Showing posts with label Kelistrikan Otomotif. Show all posts
Showing posts with label Kelistrikan Otomotif. Show all posts

Memanfaatkan Alternator bekas menjadi dinamo penggerak ( Mengubah Alternator menjadi motor listrik )

 

Alternator berfungsi menghasilkan energi listrik dari putaran mesin mobil, lalu apakah prosesnya bisa dibalik dari energi listrik menjadi energi gerak? tentu saja bisa..

Dengan memodifikasi beberapa jalur kelistrikan kita sudah bisa membuat alternator menjadi motor listrik hanya dengan tambahan beberapa komponen elektronik yang sangat sederhana.


Tahap 1 Melepas Dioda maupun IC yang terpasang di Alternator dan menentukan ujung ujung dari lilitan stator dan menyambungnya dengan menggunakan kabel dengan skema seperti pada gambar berikut ini

Skema dasar pengkabelan pada alternator



Kabel dari pase A B dan C dihubungkan dengan masing masing mosfet pada kaki nomor 2 (Drain), kemudian untuk Common dihubungkan dengan arus positif ( kabel paling kanan pada gambar diatas )


Hubungkan kedua terminal pada brush rotor dengan menggunakan kabel kemudian hubungkan dengan arus tegangan 12 volt atau kurang dari 12 volt yang berfungsi sebagai pembuat medan magnet pada rotor.

Tahap 2 Merangkai komponen-komponen driver menjadi satu kesatuan 

skema rangakaian driver

dengan menggunakan solder dan timah, rangkai komponen sesuai dengan gambar skema diatas


Rangkaian driver atau contoler sederhana ini di rangkai langsung tanpa menggunakan PCB dan ditempelkan pada heatsink alumunium yang berfungsi sebagai pelepas panas dari ketiga mosfet tersebut.


Apabila semua sudah tersambung begitu juga kabel dari aki atau sumber lain seperti power suplay maka seharusnya alternator sudah berputar, dengan memutar potensio kita dapat mengatur kecepatan putar dari alternator tersebut. Semoga bermanfaat. terimakasih.

  

Mengenal type motor penggerak pada sepeda motor listrik

Jaman terus berubah dan akan tiba saatnya nanti semua alat transfortasi tidak akan lagi mengandalkan bahan bakar minyak untuk sumber energi penggerak pada kendaraan baik roda dua maupun roda empat, selain cadangan minyak bumi yang semakin menipis yang lebih penting lagi bahwa polusi yang ditimbulkan dari kendaraan sangatlah merusak alam salahsatunya meningkatkan pemanasan global.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa brand sepeda motor listrik yang berasal dari pabrikan lokal yang menjual sepeda motor listrik dan respon dari masyarakat pun sangatlah positif. Gesits dan Viar diantaranya yang sudah ada di pasaran saat ini dan juga beberapa merk lokal lain.

Penggerak pada sepeda motor listrik pada umumnya menggunakan motor BLDC dan pemasangannya diletakkan pada tengah-tengah body sepeda motor untuk type mid drive dan ada yang langsung di tengah roda (biasanya roda belakang) untuk type hub motor. 

Motor Penggerak Type Mid Drive pada Sepeda motor listrik GESITS

Pada type penggerak mid drive dibutuhkan penyalur atau penghubung putaran motor listrik ke roda belakang, penghubung putaran bisa dengan menggunakan sabuk / belt dan puly, atau bisa dengan menggunakan rantai dan sprocket seperti pada sepeda motor convensional.

Motor Penggerak Type Hub Motor pada Sepeda Motor Listrik Viar Q1

Karena motor listrik berada di roda belakang sehingga tidak membutuhkan part tambahan, sehingga terlihat lebih ringkas dan pada bagian tengah kendaraan bisa dimanfaatkan untuk tempat baterai atau bagasi.

karena mempunyai konstruksi yang berbeda tentu saja keduanya mempunyai kelebihan-kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Mid drive yang posisinya di rangka tengah lebih aman dari goncangan dan posisinya lebih tinggi dari permukaan jalan sehingga lebih aman dari air. untuk rasio putaran motor dan roda bisa disesuaikan dengan mengubah ukuran gear atau puly depan dan belakang. Kekurangannya yaitu karena menggunakan part tambahan untuk penghubung tentunya ada biaya lagi untuk perawatan atau penggantian v-bel atau rantai.

Sedangkan hub motor mempunyai kelebihan lebih simpel dan tidak perlu perawatan tambahan, wheel hub atau hub motor mempunyai konsumsi listrik yang lebih efisien. karena berada langsung di tengah roda tentunya akan mendapatkan guncangan langsung seperti saat mengenai lubang jalan, untuk rasio juga tidak bisa diubah.

selain dua type diatas juga ada sepeda motor listrik yang menggunakan transmisi sebagai penyalur tenaga seperti pada Kawasaki EV

Kawasaki EV Project

Dengan adanya gearbox atau transmisi dan kopling seperti halnya pada sepeda motor convensional tentunya akan lebih memudahkan kita memilih ratio putaran motor listrik yang tersalur ke roda belakang, seperti pemilihan gigi tinggi untuk di jalan datar dan rasio gigi rendah pada saat jalan menanjak, dan tentunya hal ini akan membuat motor penggerak tidak terlalu dipaksa dalam bekerja.

Belajar Sistem Pengapian IIA

Pengapian IIA atau kepanjangannya Integrated Ignition Assembly ( pengapian yang terintegrasi atau terpadu ) adalah pengapian yang menggunakan sistem pengapian full transistor dimana dari koil pengapian, pulser dan igniter disatukan didalam distributor sehingga konstruksinya lebih praktis. 

KOMPONEN UTAMA
Pada sistem pengapian transistor, signal generator dipasang didalam distributor untuk menggantikan breaker point dan cam atau platina. Signal generator membangkitkan tegangan untuk mengaktifkan transistor pada igniter untuk memutus arus primer pada koil pengapian. 

WIRING DIAGRAM

Arus positif dari kunci kontak dialirkan menuju ke igniter, pickup coil mengirimkan sinyal ke igniter agar coil memvangkitkan tegangan tinggi, arus dari coil didistribusikan lewat tutup distributor untuk selanjutnya dikirim ke busi lewat kabel tegangan tinggi.
IGNITER / CDI

Igniter atau biasa disebut sebagai CDI berfungsi memutuskan aliran utama lilitan primer coil pengapian melalui sinyal dari Pulser dan membangkitkan tegangan tinggi pada lilitan secunder dan membuat loncatan bunga api pada busi.

PICKUP COIL / PULSER

Pickup coil atau biasa disebut pulser adalah semacam generator arus bolak balik yang berfungsi untuk menghidupkan power transistor di dalam igniter untuk memutuskan arus primer pada koil pengapian pada waktu pengapian yang tepat.
IGNITION COIL

Berfungsi untuk menaikan tegangan baterai dari 12 volt menjadi ± 12 kV agar mampu menjadi percikan bunga api pada elektroda busi. Pemeriksaan pada koil pengapian meliputi pemeriksaan tahanan kumparan primer dan tahanan kumparan sekunder
TUTUP DISTRIBUTOR

Tutup distributor dibuat dari injection molde depoxy resin yang memiliki daya tahan panas yang tinggi dengan kemampuan isolasi yang kuat. terdapat carbon center contact piece yang berhubungan langsung dengan elektroda pusat. Tutup distributor berfungsi sebagai penerus arus dari coil menuju ke kabel busi dan menuju busi dimana arus tegangan tinggi tersebut terlebih dahulu melewati rotor untuk membagi pada busi sesuai urutan pengapian.
ROTOR COIL

Rotor terdapat pada ujung as distributor dan berputar sesuai putaran as distributor, rotor menerima arus tegangan tinggi dari center tutup distributor dan disalurkan ke terminal kabel busi yang terletak di samping tutup distributor.

PENYALURAN TEGANGAN PADA DISTRIBUTOR

Seperti halnya pada pengapian conventional pada pengapian IIA juga terdapat komponen Sentrifugal advancer yang berfungsi untuk memajukan waktu pengapian sesuai putaran mesin, yaitu pada saat putaran mesin naik maka sentrifugal akan menggeser base plate untuk memajukan waktu pengapian. 

Kemudian Vacum advancer yang berfungsi untuk memajukan waktu pengapian sesuai dengan beban mesin, yaitu pada saat kevakuman di dalam karburator naik, maka tekanan di dalam diafragma bertambah dan menekan spring serta controler rod sehingga akan menggeser base plate untuk memajukan waktu pengapian. 

Dari konstruksinya yang kompak kelebihan dari IIA adalah:
  • Bentuknya kecil dan bobotnya ringan.
  • Tidak mengalami putus sambungan karena komponen saling berdekatan, jadi keandalannya tinggi.
  • Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap air.
  • Tidak mudah terpengaruh oleh kondisi sekitarnya.
Dengan sistem ini bisa dilakukan pengaturan pengapian yang lebih presisi berdasarkan kondisi kerja mesin dan ini tidak dapat diperoleh pada sistem pengapian konvensional yang hanya dapat mengatur putaran mesin dari manifold vacum dengan menggunakan governor advancer yang terdapat di dalam sebuah distributor.

Belajar sistem pengapian pada mesin bensin modern

IGNITION COIL PACK
Sobat sekalian seperti yang kita ketahui saat ini bahwa pada mesin sepeda motor ataupun mobil sudah mengaplikasikan banyak sekali perangkat perangkat elektronik yang bersifat digital, seperti ECU dengan tujuan yaitu untuk mengoptimalkan pembakaran dalam mesin sehingga didapatkan tenaga atau torsi mesin yang maksimal, irit dalam pemakaian bahan bakar serta emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu yang dikembangkan adalah pada sistem pengapian dimana pada mobil-mobil injeksi saat ini sudah menggunakan pengapian langsung dimana dalam satu silinder atau satu busi dilayani oleh satu coil pengapian, atau dua silinder dilayani satu coil pengapian, pengapian langsung merupakan pengembangan dari pengapian lama pada mesin mobil yang dulu menggunakan distributor, 

Sistem pengapian ini juga dikenal dengan sebutan Direct Ignition System yang terdiri atas dua jenis, yaitu independen ignition dan simultaneous ignition

Type Independent Ignition

Pada type Independent masing-masing silinder dipasangkan sebuah ignition coil, hal ini tentunya akan memaksimalkan proses pembakaran karena satu buah coil pengapian terfokus melayani satu silinder. Hal ini juga menimbulkan cost yang lebih tinggi.

D I S : INDEPENDENT IGNITION

Type simultaneous ignition

Pada simultanoeus ignition menggunakan sebuah coil untuk dua buah silinder. Penentuan pasangan silinder berdasarkan kesamaan posisi piston pada mesin. Sebagai contoh pada mesin 4 silinder dengna urutan pengapian 1-3-4-2, maka pasangan pistonnya adalah 1 dengansilinder 4, dan silinder 2 dengan silinder 3
D I S : SIMULTANEUOS IGNITION
Pasangan silinder yang sama akan mendapatkan percikan bunga apipada busi pada langkah yang berbeda. Apabila silinder pertama berada pada langkah kompresi, maka pasangannya akan berada pada langkah buang. Pengaliran tegangan tinggi dari kumparan coil secara langsung di teruskan ke pasangan busi. Pada busi pertama, arah percikan bunga api bergerak dari elektroda tengah ke elektroda samping. Pada busi pasangannya, arah percikan adalah sebaliknya, yaitu dari elektroda samping menuju elektroda tengah. Dengan penggunaan coil yang lebih sedikit tentunya akan lebih menguntungkan dari segi cost dibandingkan dengan satu coil per silinder.

Sekian dulu postingan kali ini, mungkin akan ada lagi postingan lanjutan tentang pengapian....terimakasih










Bikin sendiri CDI DC untuk sepeda motor




Sobat Sekalian, apabila CDI sepeda motor kalian mati yang yang biasa dilakukan adalah mengganti CDI dengan yang baru. Namun apabila ingin agak susah sedikit kita bisa membuat sendiri CDI untuk mengganti yang rusak. Terutama bagi pecinta modifikasi tentu hal ini akan membuat suatu kepuasan tersendiri. membuat CDI memang terkesan susah, namun kalau bikin yang simple saja rasanya mudah saja untuk dilakukan seperti tampak pada gambar diatas yaitu sebuah CDI DC yang sangat sederhana hasil buatan saya sendiri dan sudah dites di Honda GL Max neotech dan bisa bekerja dengan baik.

berikut adalah jalur rangkaian komponen CDI pada PCB agar hasil lebih rapi dan teratur

komponen CDI pada PCB
print out PCB
Daftar komponen :
TR1 = BT 151    TR2   = TIP 41C
R1   = 330 ohm   R2    = 10 ohm     R3 = 470 ohm
D1   = 1N4007    D2    = 1N4007    D3 = 1N4007
C1   = 105/400    VC2  = 104          C3 = 4.7 uF 15 volt
PCB Lubang atau PCB Polos
Trafo Ferit dari bekas lampu TL atau bekas adaptor Switching

beberaoa komponen cdi
Kumparan pada trafo ferit untuk lilitan sekunder sebanyak 250, Lilitan Primer 16, lilitan pembantu (auxiliary) 4 lilitan. pada gambar IN merupakan sekunder, OUT2 merupakan primer dan OUT1 merupakan auxiliary.

Cara kerja :
Bagian inverter berfungsi menaikan tegangan dari 12 Volt dari aki atau kiprok menjadi sekitar 400 volt AC komponen yang berperan yaitu trafo dan transisitor TIP41. 
Bagian Switch yang berfungsi memutus dan menghubungkan arus pada kapasitor ke ground sehingga arus yang tersimpan di kapasitor bisa mengalir ke coil sesuai sinyal dari pulser.

tampak bawah pada PCB lubang
semoga bisa bermanfaat untuk semua..

Rangkaian USB Charger pakai IC SC34073A untuk sepeda motor














Sobat sekalian kali ini admin mau berbagi skema rangkaian charger untuk handphone atau gadget lain yang membutuhkan suplai daya 5 volt.

















Sumber daya diambil dari tegangan 12 volt baterai sepeda motor yang diturunkan tegangannya menjadi 5 volt oleh sebuah IC step down seri SC34073A

Pada rangkaian ditambah LED dengan resistor sebagai indicator charger bekerja.

Print Out PCB

Skema Rangkaian CDI DC

Sobat Sekalian, pada umumnya CDI sepeda motor dibuat oleh produsen dengan casing yang dicor dengan resin atau material lain yang sangat keras sehingga apabila dibongkar komponen elektroniknya pun ikut rusak sehingga tidak mudah untuk dicontek. Ada juga yang dicor pakai semacam karet dimana karet ini akan mudah dilepas apabila kita rendam pakai minyak tanah.
Gambar diatas merupakan salah satu skema rangkaian CDI DC yang saya dapatkan dari hasil membongkar sebuah CDI DC yang sudah mati dari motor Honda GL Max namun tampaknya CDI tersebut bukanlah CDI Asli punya GL Max, dibongkar lumayan susah karena harus dicongkel dan dipanaskan supaya cor-coran melunak, saya coba untuk mengambil data komponen penyusunnya, walaupun tidak semuanya terbaca namun komponen komponen utamanya telah saya dapatkan. 
Powered by Blogger.