Showing posts with label Sepeda Motor Listrik. Show all posts
Showing posts with label Sepeda Motor Listrik. Show all posts

konversi sepeda motor bensin menjadi sepeda motor listrik

 

Sobat sekalian bagi yang tidak ingin membeli motor baru tapi ingin mempunyai motor listrik ada solusinya yaitu dengan mengkonversi motor lama kamu yang berbahan bakar bensin dengan motor listrik.

Salah satu cara konversi yang tidak banyak mengubah tampilan yaitu dengan mengganti mesin lama dengan mesin listrik conversion kit yang bentuknya mirip sekali dengan mesin bawaan atau mesin honda c series.

Yang perlu dilakukan yaitu lepas mesin lama dan pasang mesin listrik yang baru tanpa mengubah posisi engine mounting sekalipun karena sudah pnp.

Tangka bahan bakar yang terletak dibawah jok kota lepas kemudian kita pasang controller dengan membuat dudukan untuk controlernya dan mungkin beberapa pelindung agar controller aman dari cipratan atau guyuran air hujan pada saat kita berkendara nantinya. Bisa juga dipasang didepan mesin listriknya.

Baterai bisa kita letakkan di bagasi dekat dengan controller atau juga bisa dipasangkan di depan mesin karena dengan tidak adanya cilinder area depan mesin menjadi kosong, dengan menambahkan beberapa bracket dan baterai diletakan di dalam box tertutup yang aman dari cipratan air namun diberi ventilasi untuk sirkulasi pendinginan baterai agar suhu baterai tetap terjaga atau tidak over heating.

Kemudian untuk handle gas kita lepas dan kita ganti dengan handle untuk motor listrik yang tersambung ke controller. Sedangkan kelistrikan seperti lampu bisa disesuaikan pengambilan arusnya karena voltase baterai sepeda motor listrik mencapai 60 volt sedangkan kelistrikan memakai voltase 12 volt, seandainya pada output controller tidak ada keluaran arus 12 volt maka perlu ditambahkan rangkaian penurun tegangan atau step down.

Namun ada problema dalam konversi sepeda motor lama yang berbahan bakar bensin menjadi sepeda motor listrik yaitu biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit, bahkan untuk harga baterainya saja bisa mencapai 7 jutaan rupiah, ditambah motor penggerak dan controller hampir bisa untuk membeli sepeda motor listrik baru yang tinggal pakai tanpa harus ribet. Namun bagi yang tidak menyukai tampilan sepeda motor listrik yang dijual dipasaran sekarang ini, konversi bisa menjadi solusi yang tepat.

Sebagai informasi, P3TKEBTKE meurupakan pelaksaan jasa konversi atau modifikasi yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dengan biaya sekitar 10 juta rupian.


Mengenal type motor penggerak pada sepeda motor listrik

Jaman terus berubah dan akan tiba saatnya nanti semua alat transfortasi tidak akan lagi mengandalkan bahan bakar minyak untuk sumber energi penggerak pada kendaraan baik roda dua maupun roda empat, selain cadangan minyak bumi yang semakin menipis yang lebih penting lagi bahwa polusi yang ditimbulkan dari kendaraan sangatlah merusak alam salahsatunya meningkatkan pemanasan global.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa brand sepeda motor listrik yang berasal dari pabrikan lokal yang menjual sepeda motor listrik dan respon dari masyarakat pun sangatlah positif. Gesits dan Viar diantaranya yang sudah ada di pasaran saat ini dan juga beberapa merk lokal lain.

Penggerak pada sepeda motor listrik pada umumnya menggunakan motor BLDC dan pemasangannya diletakkan pada tengah-tengah body sepeda motor untuk type mid drive dan ada yang langsung di tengah roda (biasanya roda belakang) untuk type hub motor. 

Motor Penggerak Type Mid Drive pada Sepeda motor listrik GESITS

Pada type penggerak mid drive dibutuhkan penyalur atau penghubung putaran motor listrik ke roda belakang, penghubung putaran bisa dengan menggunakan sabuk / belt dan puly, atau bisa dengan menggunakan rantai dan sprocket seperti pada sepeda motor convensional.

Motor Penggerak Type Hub Motor pada Sepeda Motor Listrik Viar Q1

Karena motor listrik berada di roda belakang sehingga tidak membutuhkan part tambahan, sehingga terlihat lebih ringkas dan pada bagian tengah kendaraan bisa dimanfaatkan untuk tempat baterai atau bagasi.

karena mempunyai konstruksi yang berbeda tentu saja keduanya mempunyai kelebihan-kelebihan dan juga kekurangan masing-masing. Mid drive yang posisinya di rangka tengah lebih aman dari goncangan dan posisinya lebih tinggi dari permukaan jalan sehingga lebih aman dari air. untuk rasio putaran motor dan roda bisa disesuaikan dengan mengubah ukuran gear atau puly depan dan belakang. Kekurangannya yaitu karena menggunakan part tambahan untuk penghubung tentunya ada biaya lagi untuk perawatan atau penggantian v-bel atau rantai.

Sedangkan hub motor mempunyai kelebihan lebih simpel dan tidak perlu perawatan tambahan, wheel hub atau hub motor mempunyai konsumsi listrik yang lebih efisien. karena berada langsung di tengah roda tentunya akan mendapatkan guncangan langsung seperti saat mengenai lubang jalan, untuk rasio juga tidak bisa diubah.

selain dua type diatas juga ada sepeda motor listrik yang menggunakan transmisi sebagai penyalur tenaga seperti pada Kawasaki EV

Kawasaki EV Project

Dengan adanya gearbox atau transmisi dan kopling seperti halnya pada sepeda motor convensional tentunya akan lebih memudahkan kita memilih ratio putaran motor listrik yang tersalur ke roda belakang, seperti pemilihan gigi tinggi untuk di jalan datar dan rasio gigi rendah pada saat jalan menanjak, dan tentunya hal ini akan membuat motor penggerak tidak terlalu dipaksa dalam bekerja.
Powered by Blogger.